Hari-hari yang membosankan
Hari-hari di tengah pengembaraan
Hari-hari perjuangan
Hari-hari yang menentukan
Di tengah perjuangan yang melelahkan
Ragaku semakin tak kuasa menanggung beban
Peluh dan leleran air mata tak mampu ku tahan
Jiwa yang kering ditempa angina jalanan
Bongkahan batu dan tepian jurang merintang
Jalan semakin terlihat curam
Masa depan yang mudah dicapai
Terlihat bak fatamorgana
Saat itulah semilir angin menyapa
Mengalun, mengajak menari dan menyanyi
Menikmati simponi alam
Menyirami keluh hati
Jiwa diajak berdansa mesra
Melupakan derita yang terasa
Diiringi irama cinta
Semuanya jadi terlena dalam simponi cinta.
Bandung, 19 Desember 2008
Diskusi
Belum ada komentar.