//
you're reading...
CATATAN HARIAN

Hikmah di balik Cinta tak Berbalas

Alur perjalanan cintaku mesti membentur sebuah karang yang terjal. Aku terpantul dan terombang-ambing derasnya ombak cinta. Tiada kepastian dan pijakan. Menuai angin dan badai nan kencang. Merana di tengah lautan.

Kala ini aku mesti menyadari bahwa kehadiranku di sisinya tak lebih dari sekedar sebuah benda. Hanya bisa diam dan dilupakan. Menyaksikan segala peristiwa yang kadang menyakitkan. Merasakan sesuatu yang pahit. Mendengar apa yang membuat tak bisa mendengar.

Aku harus menyadari bahwa rasa yang telah terungkap tak berarti apa-apa baginya…

Aku harus menyadari bahwa keberadaanku di sisinya hanya bayang yang tak memberi arti…

Aku harus menyadari bahwa aku bukanlah apa-apa dan siapa-siapa baginya…

Aku harus menyadari bahwa dia bukanlah milikku…

Dia bebas dengan pilihannya…

Dia bebas dengan sikapnya…

Sekarang kesadaran telah memanggilku untuk mulai menata kembali jalan hidupku. Aku harus belajar kembali merangkak tanpa dirinya. Walaupun aku akui, dia adalah inspirasi keindahan bagiku. Pelita di tengah gelapnya lorong pencarian yang sedang aku tempuh. Bunga yang senantiasa tersenyum dan menebar semerbak wewangian dalam keharuman taman cinta.

Sebuah pelajaran, cinta mesti ditebus dengan pengorbanan. Luka raga dan jiwa kadang jadi taruhan. Tetapi kenikmatan tatkala mendapatkannya menjadi penawar tiada tara. Sikap yang terlalu berlebihan kadang jadi batu sandungan bagi diri sendiri. Bersikaplah sederhana.

Bandung, 10 Desember 2008

01.00 PM

About lenterapena

Jajang Badruzaman, Alumni Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: