//
you're reading...
SASTRA

Semilir Angin Cinta

Hari-hari yang membosankan

Hari-hari di tengah pengembaraan

Hari-hari perjuangan

Hari-hari yang menentukan


Di tengah perjuangan yang melelahkan

Ragaku semakin tak kuasa menanggung beban

Peluh dan leleran air mata tak mampu ku tahan

Jiwa yang kering ditempa angina jalanan


Bongkahan batu dan tepian jurang merintang

Jalan semakin terlihat curam

Masa depan yang mudah dicapai

Terlihat bak fatamorgana


Saat itulah semilir angin menyapa

Mengalun, mengajak menari dan menyanyi

Menikmati simponi alam

Menyirami keluh hati


Jiwa diajak berdansa mesra

Melupakan derita yang terasa

Diiringi irama cinta

Semuanya jadi terlena dalam simponi cinta.

Bandung, 19 Desember 2008

About lenterapena

Jajang Badruzaman, Alumni Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: